E-mail: alumni.isbi.bandung@gmail.com | Call: : +62 7314982 | Location : ISBI Bandung  

Berita

Ada mitos unik di Jurusan Tari ISBI Bandung

Merdeka.com, Bandung - Kuliah di jurusan seni tari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung sepintas terkesan menyenangkan, karena identik dengan musik dan tarian, dua hal yang terkait erat dengan keindahan.
 
Namun di balik keindahan seni tari, ada semacam mitos yang hingga kini menjadi keyakinan sebagian mahasiswa ISBI Bandung. Mitos itu tidak ada kaitan dengan mistik atau klenik, tetapi muncul akibat ketatnya proses belajar dan latihan yang ada di kampus di Jalan Buah Batu Bandung itu.
 
Angges Jauhari, mahasiswi jurusan seni tari semester IV menuturkan, jadwal kuliah seni tari di ISBI Bandung sangat padat. Ia biasa kuliah dari pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore. Setelah itu disambung dengan latihan yang bisa berlangsung hingga dini hari.
 
Esoknya, harus kembali menjalani kuliah dan latihan dengan porsi waktu yang sama. “Makanya bagi mahasiswa ISBI Bandung libur itu seperti mitos,” kata Angges, saat berbincang dengan Merdeka Bandung.

Ya, mitos tersebut adalah libur. Saking ketatnya proses belajar dan berlatih membuat libur dimitoskan. “Ada beberapa teman yang tidak kuat akhirnya mundur (keluar kuliah),” cerita dara kelahiran Cianjur itu.
 
Maka bagi Kamu yang mencari jurusan kuliah yang tepat, mungkin Jurusan Tari bisa menjadi pilihan. Tapi jangan salah, Jurusan Tari tidak seindah yang dibayangkan.
 
Menurut Angges, gerakan-gerakan tari yang luwes dan gemulai tidak lepas dari latihan panjang dan melelahkan. “Kalau yang nggak suka bakalan jenuh nantinya,” katanya.
 
Bagaimana agar bisa bertahan di jurusan seni tari? Bagi Angges yang penting semangat dan mencintai seni tari. Kemudian pandai-pandailah bergaul di lingkungan seni tari. “Dengan begitu kita akan enjoy,” katanya.

Rekan Angges di jurusan seni tari, Anis Harliani, setuju jika di ISBI Bandung libur seperti mitos. Selama kuliah, mahasiswa harus berlatih keras dan mandiri. “Kalau enggak gitu kita rugi. Jadi hari libur memang seperti mitos bagi kita,” ujar Anis.