E-mail: alumni.isbi.bandung@gmail.com | Call: : +62 7314982 | Location : ISBI Bandung  

Artikel

KARYA SENI BATIK UNTUK KEBUTUHAN INTERIOR Oleh: Ari Winarno, S.Sn.,M.Hum

Sebelum membahas perihal karya yang ditampilkan oleh mahasiswa D-3 dalam acara Dies Natalis ISBI yang ke-2 ini, perlu untuk diketahui bahwa matakuliah batik merupakan matakuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa D-3 Kriya Seni, dan S-1 Seni Murni. Sementara program studi D-4 muatan batik masuk dalam salah satu sub bagian dalam matakuliah Surface Desain, dengan penekanan sesuai dengan kebutuhan kurikulum di masing-masing prodi. Dengan demikian secara umum mahasiswa FSRD pernah mempelajari dan mengalami batik. Pengajaran akan budaya batik sangatlah urgen dilaksanakan di kampus ISBI Bandung oleh karena Batik merupakan kekayaan khas bangsa Indonesia yang perlu untuk diketahui, dilestarikan dan juga dikembangkan guna kelangsungan eksistensinya kedepan.

Disamping itu pada kesempatan yang hampir bersamaan ini, yaitu pada tanggal 2 Oktober 2009 bangsa Indonesia mendapatkan penghargaan dari UNESCO perihal batik Indonesia adalah warisan non bendawi Indonesia. Oleh karenanya sangatlah tepat apabila Prodi D-3 khususnya dan FSRD pada umumnya mengangkat tema sebagai pengikat kegiatan, yaitu batik.

Indonesia memiliki banyak ragam motif batik yang dihasilkan dengan berbagai keunikan dan kekhasan dari masing-masing daerah. Namun demikian secara tehnik batik memiliki kesamaan dalam proses pengerjaannya. Seperti yang diungkapkan oleh Sewan Susanto bahwapengertian Batik adalah kain tekstil hasil pewarnaan pencelupan rintang menurut corak khas batik Indonesia, dengan menggunakan lilin batik sebagai zat perintang masuknya warna (Susanto, 1984:4). Jadi ada dua batasan yang dapat digunakan untuk mengenali batik Indonesia yaitu proses dan motif.

Batasan pertama adalah keteknikan, teknik khas batik adalah dalam menggambarkan motif menggunakan lilin batik sebagai perintang masuknya warna, di mana teknik inilah yang amat menentukan dan membedakan antara karya seni batik dengan produk tekstil yang lainnya seperti sablon dan printing.Adapun batasan kedua adalah motif khas batik Indonesia, yang dimaksud adalah motif-motif yang dihasilkan dan telah sangat popular di masyarakat Indonesia (khususnya Jawa) dengan nama dan kegunaannya, seperti Parang, Kawung, Udan Riris, Mega Mendhung, Merak Ngibing, dan sebagainnya.

Kekhasan lain dari produk karya seni dengan teknik batik adalah seperti yang diungkap oleh Sodarso bahwa; Secara spesifik teknik batik menawarkan banyak nuansa artistik baru yang timbul dari fitrah teknik seperti, retak-retaknya lilin dalam proses pembuatan yang menimbulkan selekeh-selekeh(retakan-retakan garis) lembut diantara goresan-goresan yang dibuat yang tidak mungkin dicapai dengan teknik-teknik lain ataupun warna yang dihasilkan dari berkali-kali pencelupan yang silih berganti (1998:14).

Celah keteknikan dan kekhasan dalam batik inilah yang dimanfaatkan oleh mahasiswa D-3 Kriya Seni angkatan 2014 yang sekarang telah menempuh semester V(lima).Dalam kesempatan perhelatan Dies natalis ISBI yang ke-2 ini, mereka tidak lagi membuat karya dengan mengangkat motif-motif tradisi yang telah popular di masyarakat umum namun demikian berupaya untuk menampilkankarya unggulan baru dari matakuliah batik yang difungsikan sebagai bagian dari kebutuhan interior ruangan. Karya seni yang disajikan merupakan karya batik lukis dekoratif dan ornamentik yang secara tampilan merupakan tatanan pasel karya yang saling mengait antara satu karya dengan karya yang lain dan secara keseluruhan membentuk satu kesatuan yang utuh.

Secara teknis pelaksanaan dalam berkarya, mahasiswa peserta dibagi dalam beberapa kelompok, yang satu kelompoknya terdiri dari3 hingga 5 orang mahasiswa, lalu ditugaskan untuk membuat desain karya berupa potongan karya yang merupakan rangkaian kesatuan karya yang utuh, atau dengan kata lain dapat dikatakan secara global membuat karya utuh yang pada langkah berikutnya akan diurai dalam bagian-bagian sub karya yang dibuat masing-masing anggota dari kelompok.

Model pengkaryaan ini dipilih oleh karena,untuk menghasilkan karya yang akan dipamerkan, diperlukan kekompakan dalam pengerjaan dari menentukan tema, pembagian kerja dari masing-masing anggota, proses membatik, mewarna, pemasangan karya dalam pemasangan spanram hingga saat penyajian/pameran karya.

Melalui Pelajaran klasik yang didapat oleh mahasiswa peserta disini adalah adanya saling asah, asih, dan asuh, seperti kita sadari bersama bahwa, setiap manusia memiliki kemampuan berbeda-beda, ada yang rajin, tekun, kreatif, cekatan namun ada pula yang memiliki kebiasaan sebaliknya. Disiinilah tantangan mereka dalam mewujudkan karya utuh  secara bersama-sama dalam sebuah kelompok kerja

Karya seni batik untuk kebutuhan interior yang ditampilkan dari masing-masing kelompok dalam acara Dies Natalis ISBI ke-2 ini memiliki kekuatannya masing-masing oleh karena pembimbing memberi keleluasaan dalam mencari ide dan gagasan yang diwujudkan dalam karya seni batik.